Perbedaan versi (Release, Alpha, Beta, Stable)

kalian pasti pernah mendengar tentang aplikasi atau produk digital yang memiliki versi Beta atau Alpha? Seperti contohnya adalah framework responsive bootstrap yang baru beberapa bulan telah meluncurkan versi terbarunya yaitu bootstrap beta, atau firefox yang juga telah merilis firefox quantum versi beta bahkan Nightly.

Untuk itu jika kalian belum terlalu paham tentang istilah tersebut, Berikut¬† penjelasan apa itu versi “alpha” sampai rilis “stable”

Pre-Alpha (V.0.00.1a)
Ketika sebuah produk masih dalam taraf Pre-alpha berarti produk tersebut masih dalam taraf pengujian. Baik berupa perancangan perangkat lunak, menganalisis kebutuhan dan pengembangan perangkat lunak.

Alpha (V.0.01.1)
Alpha adalah tahap pertama adalah tahap dimana aplikasi sudah jadi dengan fitur lengkap. Pada tahap ini banyak dilakukan pengujian untuk mengecek bug atau celah pada aplikasi yang masih sangat memiliki resiko crash atau error dan merugikan pengguna, atau juga memungkinkan adanya pengurangan dan penambahan fitur juka diperlukan. Dan biasanya pada tahap ini aplikasi tidak akan di distribusikan ke public.

Beta (V.0.15.0)
Beta merupakan tahap lebih lanjut dari Alpha, dimana pada tahap ini sudah dianggap bisa dan layak digunakan namun masih dalam kategori pengujian untuk menghilangkan bug, perbedaan dengan alpha adalah versi beta ini sudah boleh di distribusikan

Release candidate (RC) (V.1.0.0)
Release Candidate (RC) adalah aplikasi yang sudah jadi setelah mengalami pengujian pada versi beta. Pada aplikasi versi ini sebenarnya aplikasi sudah siap untuk dipasarkan namun masih tergolong belum stabil dengan sedikit bug.

Stable (V.1.2.0.0)
Rilis Stabel tentunya sudah tidak perlu lagi saya jelaskan, karena ini adalah tahap akhir dimana aplikasi sudah bisa digunakan dan dipasarkan secara masal. Pada rilis Stable sendiri memiliki 2 kategori umum, yaitu LTS dan non-LTS. LTS adalah long term support, dimana aplikasi akan didukung dengan penambahan fitur untuk jangka waktu yang panjang.

Penamaan dengan istilah diatas seharusnya bisa dipahami oleh kaloian para pengembang website dan aplikasi. Sebagai pengembang aplikasi juga tentu harus memiliki komitmen tentang pengembangan aplikasi dan maintenance bagi mereka yang membuat ketentuan Long term support.

 

 

 

source : dumetschool

Posted on: July 21, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *