Informasi

Apple Siap Rilis Laptop Murah di Akhir Tahun 2018

Hasil gambar untuk tim cook wwdc 2018

 

Apple memang sangat sering sekali merilis update MacBook setahun sekali. Kini MacBook dan MacBook Pro adalah dua lini MacBook andalan, sementara lini MacBook Air sudah tidak mendapatkan update lagi.

Meskipun begitu, berbagai rumor akhir-akhir ini menyatakan bahwa Apple sedang mempersiapkan MacBook Air baru yang dibanderol dengan harga yang lebih murah dari seluruh MacBook yang dirilis di pasaran saat ini.

            Rumor tersebut sepertinya semakin tegas. Dilansir dari MacRumors, Quanta sebagai salah satu manufaktur asal Taiwan yang menjadi rekan Apple dalam memproduksi komputer Mac, membeberkan bahwa Apple sedang memesan produksi “Laptop Murah” kepada mereka. Pemesanan tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, dan mereka yakin Apple siap merilis laptop murah tersebut di akhir tahun 2018 ini.

           Meskipun demikian, masih belum jelas apakah laptop murah ini akan mengisi lini MacBook atau MacBook Air, atau Apple sedang mempersiapkan lini MacBook baru yang berbeda dari MacBook, MacBook Air, dan MacBook Pro.

Hasil gambar untuk macbook air

 

          Untuk harganya sendiri masih belum jelas, namun informasi sementara ini laptop murah ini akan menjadi yang paling murah di antara seluruh MacBook yang ada di pasaran. Harga termurah MacBook Air saat ini ada di kisaran $999, dan harga MacBook terbaru mulai dari $1299. Namun jangan terlalu berharap harganya akan sama dengan harga laptop murah non-Apple lain yang dibanderol dengan harga Rp 6 jutaan.

 

 

Sekarang OneDrive Dapat Mem-Backup Folder Penting!

Gambar terkait

 

Microsoft disebut-sebut sebagai perusahaan dengan produk Cloud terbaik, bersaing ketat dengan AWS. Untuk mencapai gelar tersebut, Microsoft memang tidak diam saja. Selalu saja ada inovasi baru yang menjadikan pengguna semakin merasa bahwa mereka memerlukan produk Microsoft yang satu ini. Salah satunya adalah peningkatan pada produk OneDrive. Fitur baru yang akan segera digulirkan Microsoft memungkinkan OneDrive untuk mem-backup folder-folder penting kamu di PC!

Fitur ini disebut sebagai Folder Protection. Sebelumnya fitur ini hanya tersedia bagi pengguna OneDrive for Business. Namun kini, Microsoft menjadikan fitur ini tersedia bagi semua pengguna OneDrive. Yang kamu butuhkan hanya akun OneDrive yang berjalan di Windows 10.

Karena Microsoft sudah mulai menggulirkan fitur ini, kamu bisa mencobanya. Namun jika kamu masih belum bisa melakukan ini, berarti kamu masih belum mendapatkan ‘jatah’ update OneDrive ini dan harus menunggu.

Caranya buka Settings di OneDrive, klik Auto Save, lalu klik Update Folders. Selanjutnya, kamu tinggal memilih folder mana yang ingin kamu sinkronkan dengan OneDrive, lalu klik Start Protection.

 

File milikmu akan segera disinkronkan, dan setelah proses ini selesai, maka kamu bisa mengakses file tersebut dari mana saja. Menyenangkan sekali bukan? Manfaat utama fitur ini adalah jika kamu menggunakan PC milik teman atau meminjam laptop, kamu tetap bisa mengakses file-file milikmu dengan mudah.

Fitur baru OneDrive ini juga memberikan perlindungan yang lebih baik jika perangkat kamu mengalami gangguan atau kerusakan. Kamu akan tetap dapat mengakses berbagai file-file penting kamu. Terlebih lagi jika kamu berlangganan Office 365 sehingga memiliki storage OneDrive yang cukup besar. Tentu saja ini akan sangat bermanfaat bagi produktivitas kamu.

 

 

 

 

source : MakeUseof

refence : Winpoin

Perbedaan versi (Release, Alpha, Beta, Stable)

kalian pasti pernah mendengar tentang aplikasi atau produk digital yang memiliki versi Beta atau Alpha? Seperti contohnya adalah framework responsive bootstrap yang baru beberapa bulan telah meluncurkan versi terbarunya yaitu bootstrap beta, atau firefox yang juga telah merilis firefox quantum versi beta bahkan Nightly.

Untuk itu jika kalian belum terlalu paham tentang istilah tersebut, Berikut  penjelasan apa itu versi “alpha” sampai rilis “stable”

Pre-Alpha (V.0.00.1a)
Ketika sebuah produk masih dalam taraf Pre-alpha berarti produk tersebut masih dalam taraf pengujian. Baik berupa perancangan perangkat lunak, menganalisis kebutuhan dan pengembangan perangkat lunak.

Alpha (V.0.01.1)
Alpha adalah tahap pertama adalah tahap dimana aplikasi sudah jadi dengan fitur lengkap. Pada tahap ini banyak dilakukan pengujian untuk mengecek bug atau celah pada aplikasi yang masih sangat memiliki resiko crash atau error dan merugikan pengguna, atau juga memungkinkan adanya pengurangan dan penambahan fitur juka diperlukan. Dan biasanya pada tahap ini aplikasi tidak akan di distribusikan ke public.

Beta (V.0.15.0)
Beta merupakan tahap lebih lanjut dari Alpha, dimana pada tahap ini sudah dianggap bisa dan layak digunakan namun masih dalam kategori pengujian untuk menghilangkan bug, perbedaan dengan alpha adalah versi beta ini sudah boleh di distribusikan

Release candidate (RC) (V.1.0.0)
Release Candidate (RC) adalah aplikasi yang sudah jadi setelah mengalami pengujian pada versi beta. Pada aplikasi versi ini sebenarnya aplikasi sudah siap untuk dipasarkan namun masih tergolong belum stabil dengan sedikit bug.

Stable (V.1.2.0.0)
Rilis Stabel tentunya sudah tidak perlu lagi saya jelaskan, karena ini adalah tahap akhir dimana aplikasi sudah bisa digunakan dan dipasarkan secara masal. Pada rilis Stable sendiri memiliki 2 kategori umum, yaitu LTS dan non-LTS. LTS adalah long term support, dimana aplikasi akan didukung dengan penambahan fitur untuk jangka waktu yang panjang.

Penamaan dengan istilah diatas seharusnya bisa dipahami oleh kaloian para pengembang website dan aplikasi. Sebagai pengembang aplikasi juga tentu harus memiliki komitmen tentang pengembangan aplikasi dan maintenance bagi mereka yang membuat ketentuan Long term support.

 

 

 

source : dumetschool

Tahun 2020, Microsoft Akan Mengakhiri Dukungan untuk Windows 7

Kamu pengguna Windows 7 ? Ehmm…. kamu harus upgrade OS kamu ke Windows 10. Karena apa? Sulit untuk mengatakan ini, karena Microsoft memperingatkan bahwa tahun 2020, mereka akan mengakhiri dukungannya untuk Windows 7. Ya, tepatnya tanggal 14 Januari 2020, sekitar  (1½ tahun) yang akan datang.

MS7

 

Tidak akan lagi ada update keamanan, update atau dukungan teknis dari Microsoft. Windows 7 juga tidak bisa bersaing dengan ancaman saat ini yang sungguh luar biasa, dan jika ingin tetap menggunakan OS lama maka kamu harus mengeluarkan biaya lebih untuk pemeliharaan. Begitulah peringatan Microsoft.

Sedih? Pastinya. Mungkin sebagian besar kamu masih setia dengan OS yang masih menemani penggunanya selama 9 tahun hingga sekarang. Berat yang pasti untuk meninggalkannya dengan mengganti yang lebih muda, Windows 10.

Hasil gambar untuk windows 10 wallpaper

 

Namun, jangan khawatir. Bagi kamu yang masih ragu-ragu dengan Windows 10, Microsoft mencatat bahwa Windows 10 memiliki keamanan yang maksimum, upgrade yang mudah, dan support dengan teknologi yang mutakhir. Bahkan 96% perusahaan di seluruh dunia sudah mengevaluasi Windows 10, jadi kamu tak perlu khawatir untuk bermigrasi ke OS satu ini.

Waktu berlalu dan sekarang sudah tahun 2018, saatnya bagi kamu untuk reformasi OS agar mendapat kemudahan di masa kini dan mendatang :).

 

revisi : juli 2018

Tips Melakukan Charging Laptop dan Ponsel dengan Benar

Selama ini, saran yang diberikan saat charging smartphone atau laptop adalah: Lakukan charging ketika perangkat kamu sudah mau habis baterainya, tapi jangan sampai benar-benar habis (sekitar 20%). Tujuannya adalah untuk menghemat siklus baterai (battery cycle) sehingga baterai bisa lebih awet. Namun seorang blogger, Justin Pot, melakukan penelitian yang berujung pada kesimpulan bahwa hal itu tidak benar dan malah menghambat pengguna dalam memanfaatkan perangkat secara utuh.

 

Justin mengatakan bahwa dia terkejut membaca saran tersebut karena berdasarkan yang diketahuinya, saran tersebut sangat salah dan akan merusak baterai karena terlalu sering charging, serta meningkatkan siklus baterai terlalu cepat. Namun karena penasaran, Justin melakukan penelitian dan berbicara dengan orang-orang yang ahli soal baterai dan teknologi. Kesimpulannya: Ternyata saran itu benar!

Melakukan charging kapan saja dan di mana saja, ternyata tidak berpengaruh buruk terhadap baterai. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah: segera cabut charger ketika baterai sudah penuh atau 100%. Lalu bagaimana dengan siklus baterai? Bukankah jika terlalu sering charging maka baterai akan cepat meningkat siklusnya dan akhirnya akan lebih cepat berkurang masa pakainya?

Ternyata sistem siklus baterai bukanlah berdasarkan setiap kali kita menancapkan dan melepaskan baterai dari charger, melainkan dihitung satu siklus utuh dari 0 ke 100%. Ini dibuktikan dengan dokumentasi Apple sebagai berikut:

 

Gambar terkait

“Misalnya, Anda dapat menggunakan separuh daya notebook Anda dalam satu hari, dan kemudian melakukan charging hingga penuh. Jika Anda melakukan hal yang sama di hari berikutnya, maka ini akan dihitung sebagai satu siklus charging, bukan dua. Dalam hal ini, mungkin akan perlu waktu beberapa hari untuk menyelesaikan satu siklus penuh.”

 

Ini berarti bahwa menancapkan ponsel ke charger saat 95% tidak akan dihitung sebagai satu siklus charging; ini dihitung sebagai 5% dari satu siklus. Jadi lain kali jika kamu mendapatkan kesempatan untuk charging, maka hitungan itu akan dilanjutkan sehingga penuh satu siklus. Dengan demikian, sebenarnya kita tidak perlu menunggu hingga baterai habis terlebih dahulu baru kemudian charging.

Penelitian selanjutnya mengungkap bahwa pengguna ponsel dan laptop modern tidak perlu lagi khawatir tentang ‘baterai memory’ – Ini adalah penyebab pada zaman dulu kita perlu untuk charging baterai hingga penuh untuk menghindari masa pakai baterai cepat habis. Baterai Lithium ion tidak memiliki masalah seperti baterai NiMH dan NiCd sebelum tahun 2010. Tipe baterai lama tersebut memiliki ‘efek memori’ yang mana kapasitas maksimalnya akan perlahan-lahan berkurang jika di-charge saat baterainya belum habis. Praktiknya seperti ini: Jika baterai kamu 50%, kemudian kamu melakukan charging hingga penuh, maka baterai akan ‘mengingat’ 50% charging ini sebagai level charging maksimal. Namun dengan lithium ion, ini bukan lagi masalah. Charging berulang kali tidak akan memengaruhi kesehatan baterai.

 Gambar terkait

Dengan memusingkan ritual charging baterai, takutnya malah kamu akan menjadi tidak produktif. Kamu memperhitungkan pekerjaan kamu dengan berdasarkan siklus charging baterai yang biasa kamu lakukan. Jadi lakukan saja charging saat kamu punya waktu untuk melakukannya dan jangan terlalu khawatir untuk melakukan charging meskipun saat itu baterai kamu baru 70% atau 50%. Manfaatkan saja baterai kamu semaksimal mungkin, asalkan sebisa mungkin cepatlah mencabut charger saat baterai sudah mencapai 100%, karena dari banyak kejadian, terkadang baterai kurang mampu menangani panas yang muncul jika baterai di-charge dalam jangka waktu yang panjang

 

Source : HowtoGeek

Download Google Web Designer langsung dari Server Google !!!

Google Web Designer :

Mungkin masih terlalu asing di dengar oleh kita selaku pengguna PC/Laptop di era 2017 ini. sebagaimana kita ketahui, mungkin para Web Designer terkenal sering kali menggunakan beberapa software andalan mereka masing-masing untuk melakukan coding HTML untuk membuat sebuah Website, seperti Adobe Dreamweaver dan sebagainya. Google Web Designer ini sendiri merupakan salah satu aplikasi yang mampu membantu kalian untuk membuat sebuah Website yang sudah support dengan HTML 5 dengan amat sangat mudah. meskipun terdengar asing, namun Google Web Designer ini sendiri memiliki tampilan yang user friendly dan amat mudah digunakan. untuk tutorial penggunaan nya pun hampir sama dengan Adobe Dreamweaver. selain itu, Aplikasi ini juga bersifat Freeware yang tentunya mempermudah kalian dalam prosess installasi.

Jika tertarik ingin mencoba seperti apa  :

Download

 

19.20

10 Fitur Baru Windows 10 Spring Creators Update

Buat kamu yang belum tahu, Windows 10 Spring Creators Update adalah update mayor terbaru Windows 10 yang akan dirilis Microsoft di bulan April 2018 ini. Ada banyak banget fitur baru didalamnya, dan pertama kita akan ulas fitur mayornya terlebih dahulu.

 

Fitur  Mayor Update!!!

Gambar terkait

Ternyata ada banyak banget fitur keren di update mayor Windows 10 Spring Creators Update, dan buat kamu yang penasaran apa saja fitur barunya, inilah review lengkap .

Seperti apa ? 😮

 

 

 

 

 

1. Timeline

TimeLine

Fitur baru pertama adalah Timeline. Ini adalah fitur paling utama di Windows 10 Spring Creators Update, dan bermanfaat banget untuk memudahkan kamu melanjutkan aktivitas di Windows PC.

Timeline bisa kamu akses dari Taskbar, dan fitur ini menggantikan Task View yang ada di versi Windows 10 sebelumnya.

Jadi apapun yang kamu lakukan di Windows PC akan di direcord disini. Dan ini nggak cuman aktivitas di satu PC ya gaes, tetapi aktivitas di semua PC dan tablet Windows 10 yang kamu miliki — bakal dimunculkan disini.

Dengan begitu aktivitas yang kamu lakukan di PC kantor, laptop, atau bahkan di Windows tablet misalnya, bisa kamu temukan dan lanjutkan di PC lain dengan mudah — dan ini juga berlaku sebaliknya.

Bisa dibilang Timeline ini adalah markas tempat dikumpulkannya seluruh aktivitas kamu di berbagai PC Windows, mulai dari aktivitas browsing, baca berita, edit dokumen ataupun file lainnya. Kamu bisa tahu apa yang kamu kerjakan pagi tadi, kemarin, lusa, hingga 30 hari sebelumnya. Dan di masing-masing hari kamu bisa lihat daftar aktifitas setiap jam.

Timeline langsung aktif secara default di Windows 10 Spring Creators Update, tetapi sinkronisasi antar perangkat perlu kamu aktifkan manual. Pengaturannya ada di Settings > Privacy > Activity History > dan centang opsi sinkronisasi ini untuk mengaktifkannya.

Dan jangan khawatir yah, virtual desktop masih tetep ada, cuman sekarang dipindahkan ke atas. Jadi kamu tetap bisa membuat banyak virtual desktop seperti sebelumnya.

2. Tampilan Baru

Hasil gambar untuk fluent design gif

 

Dan yang kedua, tentu adalah tampilan baru Windows 10 Spring Creators Update yang disebut Fluent Design System. Jadi di tampilan baru ini Windows 10 jadi lebih ngeblur, transparan, dan ada efek lighting saat di hover.

Efek dan perubahan ini lebih terlihat jelas jika kamu mengaktifkan Dark Mode.

Kamu bisa cek di setiap sudut Windows 10 mulai dari Start Menu, Action Center, Settings, bahkan Store hingga aplikasi seperti kalkulator sudah berubah tampilan jadi ngeblur transparan seperti ini.

Hasil gambar untuk fluent design

Touch Keyboard juga dirombak dengan tampilan baru ini.

Selain itu berbagai elemen seperti calendar, people, action center, dan yang lainnya juga muncul dengan efek reveal saat di klik.

Karena efek tampilan seperti ini cukup berat dan membebani sistem, Windows 10 akan otomatis mematikan berbagai efek Fluent Design ini saat baterai laptop kamu sudah minim dan masuk ke mode battery saver.

Jadi kamu bisa cek dengan aktifkan battery saver, maka tampilan Windows 10 kembali solid dan simple seperti sebelumnya, sehingga sisa baterai yang ada bisa lebih dimaksimalkan.

 

3. Near Share

Berlanjut ke fitur ketiga, ada fitur baru bernama Near Share. Kalo kamu pake Mac, pasti sudah nggak asing dengan fitur AirDrop — nah di Windows 10 Spring Creators Update sudah ada fitur serupa, yang disebut sebagai Near Share.

Kamu bisa aktifkan melalui Action Center, dan klik tombol Nearby Sharing ini. Dengan ini kamu bisa berbagi file secara wireless dengan perangkat Windows 10 lainnya.

Cukup klik kanan aja file yang ingin kamu share, dan pastikan fitur Near Share ini juga aktif di perangkat tujuan.

Pilih share > dan PC target bakal muncul, klik saja dan file akan berpindah seketika.

Selain di File Explorer, Near Share ini juga bisa kamu temui di berbagai komponen Windows 10 lain seperti Browser Edge, Photos, dan berbagai aplikasi Store yang punya menu Share.

 

4. Pengaturan GPU Tiap Aplikasi

Fitur keempat, ini merupakan fitur yang agak tersembunyi tetapi punya pengaruh yang begitu besar. Di Windows 10 Spring Creators Update sekarang kamu bisa mengatur secara manual, GPU mana yang bakal dipakai oleh masing-masing aplikasi.

Sudah jadi hal yang lumrah sekarang bagi laptop high end untuk memiliki dual GPU, satu GPU discrete yang punya performa kencang, dan satu GPU internal yang hemat energi.

Dan kini melalui Settings > Display > Graphics Settings > kamu bisa mengatur aplikasi apa bakal menggunakan GPU yang mana. Tentu fitur ini hanya akan berguna bagi kamu pengguna laptop dengan dual GPU.

Jadi aplikasi berat semacam game atau video editor misalnya, bisa kamu atur memakai GPU discrete yang powerful — tetapi aplikasi lain yang ringan-ringan bisa kamu atur memakai GPU internal yang hemat energi.

 

 

Fitur Baru di Setiap Bagian Windows

Empat fitur baru mayornya sudah kita bahas satu per satu, sekarang kita akan lanjutkan dengan melihat fitur baru di masing-masing bagian Windows 10 Spring Creators Update.

5. Start Menu

Pertama kita akan lihat Start Menu terlebih dahulu. Di Start Menu Windows 10 Spring Creators Update, kamu akan mendapati shortcut ke Pictures dan Document secara default.

Kemudian di bagian tiles, kalo kamu klik kanan > dan pilih More > maka kamu bisa langsung menuju ke App setting untuk mengakses berbagai opsi pengaturan aplikasi tersebut.

6. Taskbar

Beralih ke Taskbar, selain adanya icon Timeline yang sudah kita bahas sebelumnya, kali ini kamu bisa drag pin kontak My People di taskbar dengan bebas — lalu bisa juga drag and drop kontak dari My People ke Taskbar.

Selain itu, kini kamu bisa menentukan berapa banyak kontak yang ingin ditampilkan di Taskbar, kamu bisa menampilkan hingga maksimal 10 kontak yang bisa kamu atur melalui Taskbar settings.

7. Action Center

Gambar terkait

 

Ketujuh kita akan lihat fitur baru di Action Center. Selain adanya tombol Near Share yang tadi sudah kita bahas, Quiet Hours saat ini diubah namanya menjadi Focus Assist, dan saat ini kamu bisa atur apakah ingin menampilkan notifikasi prioritas saja, alarm saja, atau mematikan Focus Assist dan menampilkan semua notifikasi yang ada.

Focus Assist juga bisa kamu atur aktif otomatis di waktu tertentu, atau saat melakukan aktivitas tertentu. Misalnya saja kamu gaming, Windows akan otomatis mengaktifkan Focus Assist sehingga kamu tidak terganggu dengan notifikasi yang masuk.

Cortana Proactive Content sekarang juga ditampilkan di Action Center, dan sedikit perubahan kecil..tulisan “Clear All” yang ada di versi Windows 10 sebelumnya kini diperjelas menjadi “Clear All Notifications”

 

8. Microsoft Edge

 

Sekarang kita beralih ke Microsoft Edge. Pertama jelas, tampilannya juga mendapat sentuhan blur transparan ala Fluent Design System.

Dan kemudian, di Microsoft Edge kini kamu bisa mute audio yang dimainkan di tab tertentu,Lalu ekstensi Microsoft Edge kini bisa kamu pakai juga di mode InPrivate Browsing,Favorite bar kini juga ditampilkan saat kamu membuka tab baru, seperti di berbagai browser lainnya.

Dan fitur baru yang terutama di browser Edge adalah sudah mendukung Service Workers, yang memungkinkan website untuk mengirimkan notifikasi bahkan saat Edge sudah ditutup sekalipun.

 

9. Settings

Beranjak ke Settings, selain pengaturan GPU untuk masing-masing aplikasi tadi, masih ada banyak sekali perubahan yang ditanamkan Microsoft di Settings.

Seperti pengaturan aplikasi Startup yang kini bisa kamu atur di Settings.

 

Kemudian ada Storage Sense, ini semacam disk cleanup yang bisa kamu atur untuk otomatis bersih-bersih Windows dari berbagai file sampah secara rutin.

 

Lalu pengaturan font, kini font bisa kamu download langsung dari Microsoft Store dan pengarutannya ditanamkan Microsoft langsung kedalam Settings.

Tapi memang jumlah font yang ada di store masih sangat sedikit untuk saat ini.

Dan tidak hanya font saja, Language Pack sekarang juga bisa langsung kamu download dari Store untuk kemudian kamu atur melalui Settings.

10. Cortana

Terakhir kita akan melihat apa yang baru di Cortana. Pertama kamu bisa menemukan berbagai skill Cortana di menu Notebooks. Daftar skill ini memudahkan kamu untuk mengetahui apa saja fitur dan kemampuan Cortana, sehingga bisa memanfaatkannya dengan lebih baik.

Selain itu Cortana juga lebih pintar dalam menampilkan berbagai aktivitas untuk kamu lanjutkan. Daftar aktivitas ini langsung terhubung dengan fitur Timeline di Windows 10.

Sebenarnya masih ada banyak sekali fitur baru minor di Windows 10 Spring Creators Update, kamu bisa hunting sendiri begitu sudah menginstallnya nanti.

Thank you :)




related : mspoweruser |

Katakan Selamat Tinggal Pada Google Shortener URL — “Goo.gl” Dimatikan

Buat kamu yang sering internetan, pasti sudah tidak asing lagi dengan Google URL Shortener — atau goo.gl. Banyak blogger, youtubers, dan berbagai kalangan lain memakai Goo.gl ini untuk memperpendek URL yang ingin mereka bagikan.

Tetapi ada kabar duka nih gaes. Secara resmi Google mengumumkan bahwa mereka akan mematikan Google URL Shortener (goo.gl).

Jadi mulai 13 April 2018 mendatang nanti pengguna umum yang tidak login (anonymous) dan pengguna lain yang belum pernah membuat short link sebelumnya — tidak akan bisa lagi membuat short link / memendekkan URL dengan goo.gl.

Sedangkan buat kamu yang sudah pernah membuat short link, maka kamu tetap bisa memakainya sampai 30 Maret 2019 nanti. Short link dan analytics tetap bisa kamu akses sampai tahun depan.

Lalu bagaimana dengan short link yang sudah dibuat?

Jangan khawatir, meskipun goo.gl dimatikan pada 30 Maret 2019 nantii — semua link yang sudah dibuat bakal tetap terarah ke URL aslinya. Kamu juga bisa mengekspor info short link tersebut dari goo.gl.

Sebagai solusi alternatif goo.gl, kamu bisa memendekkan URL menggunakan BitlyOw.ly, ataupun TinyURL.

 

 

linked : https://goo.gl
source : winpoin

Xiaomi Meluncurkan Laptop Gaming dengan Harga Bersahabat

 

Pada acara jumpa pers kemarin, Xiaomi mengumumkan rilis Laptop Mi Gaming yang baru. Laptop Mi Gaming ini menampilkan layar 15,6 inci full HD dan didayai oleh processor Intel Core i7 generasi ketujuh, 16GB RAM, dan kartu grafis NVidia GTX 1060. Dalam hal penyimpanan, laptop ini akan memberikan 256GB SSD + 1 TB HDD sebagai standar.

Xiaomi berfokus pada pemasangan sistem pendingin yang hebat untuk menjaga perangkat ini tetap dingin, bahkan saat digunakan bermain game dalam jangka waktu panjang. Xiaomi memiliki teknologi baru yang disebutnya sebagai hotkey turbo cooling. Saat perangkat terlalu panas, kamu nantinya hanya perlu menekan tombol, yang akan memicu pendinginan ultra cepat, yang akan langsung menurunkan suhu perangkat hingga 3-5 derajat hanya dalam 10 menit.

 

Xiaomi juga menyertakan Hi-Res Audio 2 x 3W speaker bersama dengan fitur Dolby Sound untuk pengalaman audio yang menyenangkan. Laptop Mi Gaming akan dijual mulai harga USD 960 untuk spek intel Core i5 + NVidia GTX 1050 Ti dan model Core i7 + Nvidia GTX 1060 dengan harga USD 1450. Dengan kurs rupiah saat ini, spek tertinggi sekali pun tidak lebih dari 20 juta rupiah. Tentu saja ini cukup miring jika dibandingkan merek lain dengan spek serupa. Sebagai perbandingan, Razer Blade stealth yang memiliki GTX 1060 dijual di atas 30 juta rupiah di Indonesia.

 

source : Xiaomi

iCloud Ternyata Menggunakan Layanan dari Google Drive

Gambar terkait

Apple memang bukan pemain baru dalam dunia cloud storage. Apple telah memperkenalkan iCloud yang bukan cuma sekedar cloud storage biasa, tetapi juga berisi banyak sekali fitur.

Namun siapa sangka ternyata Apple tidak membangun server cloud milik mereka sendiri. Apple ternyata menggunakan layanan dari pihak ketiga. Pernah menggunakan layanan dari Amazon dan Microsoft, Apple belakangan ini menggunakan layanan Google Cloud sebagai sumber daya iCloud.

 

Gambar terkait

 

Sekedar informasi, sebelumnya isu ini juga sudah pernah ramai dan menjadi hangat pada tahun 2016. Akhirnya hal ini mulai ketahuan dari catatan terbaru di iOS Security Update akhir bulan Januari 2018 lalu.

Sebelum ini Apple pakai layanan S3 dari Amazon Web Services atau AWS dan juga Microsoft Azure. Namun kini Apple beralih dari Azure ke layanan Google Cloud Platform. Meskipun demikian masih belum ada penjelasan lebih lanjut seperti sejak kapan layanan Google Cloud digunakan untuk menggantikan pengganti Azure.

Lalu apakah data yang tersimpan itu akan bisa diakses oleh Google? Seperti yang kita ketahui, Google dinilai sebagai salah satu perusahaan yang kurang bagus untuk urusan menangani privasi pengguna.

Apple mengklaim dan menjamin tidak ada data yang bisa dicuri serta disalahgunakan oleh Google, sebagai penyedia server. Apple juga tidak ketinggalan menjelaskan bahwa setiap file akan dienkripsi dalam teknologi AES–128 dan SHA–256 yang digunakan oleh iCloud.

Key dan file metadata ini disimpan oleh Apple di akun iCloud milik setiap pengguna. Semua data yang disimpan adalah anonim. Hal ini membuatnya tidak bisa dengan mudah diketahui milik siapa, serta tentunya sesuai dengan standar keamanan penyimpanan data tingkat tinggi.